Pose bersama
Metronewsntt.com, Kupang---Bencana angin puting beliung yang menerjang Kelurahan Belo beberapa hari lalu menyisakan duka bagi warga, namun di tengah puing-puing kerusakan tersebut, hadir sebuah aksi kemanusiaan yang membawa harapan baru.
Jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Kupang, didampingi Tim Baguna Provinsi, DPD dan DPC hingga pengurus PAC, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan warga yang terdampak tidak berjuang sendirian.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kupang, Barche Bastian kepada media, Selasa (27/1/2026) menjelaskan, peninjauan ini bermula dari laporan mendalam yang disampaikan oleh Lurah serta Pendeta setempat mengenai kondisi bangunan yang rusak parah. Meski bantuan logistik berupa kebutuhan pokok telah banyak mengalir, tim di lapangan menemukan kenyataan bahwa kebutuhan yang jauh lebih mendesak adalah perbaikan tempat tinggal dan fasilitas ibadah yang kini kehilangan atap pelindungnya.
Menyikapi hal tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Kupang, yang di nahkodai Yeskiel Loudoe menyatakan komitmen penuh untuk memulihkan kembali rumah Tuhan yang terdampak, yakni Gereja Yegarsahaduta Belo.
" Kami melihat dengan memberikan bantuan makanan saja tidaklah cukup jika jemaat masih harus tidur dan beribadah di bawah kondisi bangunan yang tidak layak. Oleh karena itu dari DPC PDI Perjuangan Kota Kupang akan bantuan difokuskan pada penyediaan material bangunan berupa seng, semen, dan paku untuk segera memperbaiki atap gereja," kata Barche.
Langkah ini, tambah Barche merupakan bentuk sinergi dan keberlanjutan dari bantuan awal yang sebelumnya telah disalurkan oleh tim tingkat provinsi. Dengan penambahan material dari DPC Kota Kupang dalam waktu dekat, diharapkan proses pemulihan Gereja Yegarsahaduta dapat segera tuntas, sehingga jemaat di Belo dapat kembali beribadah dengan tenang dan merasakan hangatnya kebersamaan di bawah atap yang kokoh.(mnt)